Manajemen Komunikasi

Apa itu manajemen komunikasi?

Manajemen komunikasi adalah ilmu yang sangat penting bagi kehidupan. Disamping mempelajarinya, kita juga harus berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena itu saya ingin sedikit menjelaskan beberapa hal tentang manajemen komunikasi.

1. Pengertian Manajemen Komunikasi

Agar dapat memahami istilah ini, maka kita perlu mengetahui arti dari masing-masing kata dari manajemen dan komunikasi.

Secara harfiah, Manajemen adalah ilmu yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan melalui suatu perencanaan,perorganisasian,pengendalian dan kemimpinan. Sedangkan komunikasi adalah proses interaksi antar individu atau kelompok untuk menyampaikan serta mendapatkan informasi agar dapat terhubung dalam lingkungan orang lain. Pada dasarnya, manajemen komunikasi adalah gabungan antara teori ilmu manajemen dan ilmu komunikasi yang diaplikasikan dalam suatu kepentingan untuk mengatur jalannya suatu interaksi yang terjadi antar manusia.

Manajemen komunikasi adalah bagaimana cara orang dalam mengelola proses komunikasi dalam hubungannya dengan pihak lain dalam konteks berkomunikasi. Manajemen komunikasi akan membentuk suatu jalannya peristiwa komunikasi agar tercipta koordinasi yang tepat dan dapat memberikan solusi jika terjadi perbedaan pendapat antar individu.

Manajemen komunikasi juga mencakup arahan organisasi dan penyebaran arahan komunikasi baru yang terhubung dengan organisasi,jaringan,atau teknologi komunikasi. Manajemen komunikasi yang efektif dianggap sebagai jalur penyelamat bagi banyak proyek yang dilakukan organisasi serta departemen organisasi manapun.

baca juga : Pengertian manajemen komunikasi menurut para ahli

2. Proses Komunikasi

Tujuan utama dari manajemen komunikasi adalah untuk memastikan lancarnya arus komunikasi dan informasi dari dua orang maupun dengan suatu kelompok. Proses komunikasi dapat diibaratkan seperti bagan dibawah ini:

bagan proses jalannya komunikasi


Proses komunikasi terdiri dari tiga pokok utama yaitu pengirim mengirimkan pesan melalui saluran ke penerima. Sesuai dengan bagan diatas, pengirim terlebih dahulu mengembangkan ide yang kemudian dapat diproses sebagai pesan. Pesan ini akan dikirimkan ke penerima dan penerima harus menafsirkan pesan ini untuk memahami maknanya.

Dalam hal penafsiran, konteks pesan harus digunakan untuk mendapatkan maknanya. selanjutnya untuk model proses komunikasi ini, anda juga akan memanfaatkan kode-kode dan juga penafsiran kode.

Penggunaan kode mengacu pada pola pengembangan pesan dan penafsiran kode mengacu pada menafsirkan atau memahami pesan. Anda juga akan melihat faktor umpan balik yang melibatkan pengirim dan penerima.

Yang terakhir yaitu umpan balik. Umpan balik sangatlah penting bagi keberhasilan setiap proses komunikasi. Contohnya umpan balik dalam hal bisnis akan memungkinkan Manajer atau Supervisor langsung tertarik untuk menganalisis seberapa baik bawahan dalam memahami informasi yang diberikan dan untuk mengetahui kinerja pekerjaan.

3. Tujuan Manajemen

Tujuan manajemen komunikasi secara umum adalah sebagai sarana untuk berinteraksi dengan baik, sehingga dapat memahami dan mengerti cara berkomunikasi dengan pihak lain dengan baik dan teratur. Manajemen Komunikasi juga menjadi sarana informasi yang membentuk cara berinteraksi dengan orang lain. Beberapa tujuan manajemen komunikasi dalam masyarakat pada umumnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengembangkan interaksi yang profesional,
  2. Saling bekerja sama,
  3. Saling menghargai.

4. Bentuk dan Contoh Manajemen Komunikasi

Menurut George R.Terry manajemen komunikasi dalam organisasi terdiri dari 5 komponen penting antara lain:

a. Komunikasi Formal

Komunikasi yang terjadi antara atasan dan bawahan yang membutuhkan pengaturan khusus. Jenis komunikasi ini digunakan pada jalur komunikasi formal, memiliki wewenang dan tanggung jawab yaitu melalui instruksi-instruksi bentuk lisan dan tulisan sesuai dengan prosedur secara fungsional yang berlaku dari arus atasan ke bawahan maupun sebaliknya.

Contoh : Komunikasi antara pemateri dalam acara seminar dengan anggota seminar.

b. Komunikasi Non Formal

Komunikasi yang tidak membutuhkan pengaturan khusus dan biasanya terjadi secara spontan. Misalnya memberikan masukan terkait tugas dan tanggungjawab dalam suatu pekerjaan.

Contoh : Murid bertanya kepada guru perihal tugas yang diberikan.

c. Komunikasi Informal

Komunikasi yang dilakukan untuk membicarakan hal-hal yang diluar pekerjaan. Jenis komunikasi ini lebih menekankan pada hubungan komunikasi antar manusianya.

Contoh : Dua siswa sedang bergurau dan membicarakan kehidupan pribadi mereka.

d. Komunikasi Teknis

Komunikasi yang dilakukan untuk menyampaikan suatu strategi.

Contoh : Dosen memberikan penjelasan cara penggunaan media belajar dengan menggunakan media sosial.

e. Komunikasi Prosedural

Komunikasi yang ditetapkan untuk membuat suatu laporan kinerja. organisasi.

Contoh : laporan pertanggungjawaban kepengurusan pesantren. 

baca juga : Bentuk dan Contoh Manajemen Komunikasi

5. Kesimpulan

Dari beberapa penjelasan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa:

  1. Manajemen komunikasi merupakan proses timbal balik dalam memberikan informasi kepada orang lain,
  2. Pengelolaan manajemen komunikasi merupakan kunci keberhasilan dalam setiap hubungan, baik itu persahabatan maupun kemitraan,
  3. Dengan manajemen komunikasi segala sesuatu akan berjalan dengan baik,
  4. Tujuan manajemen komunikasi yaitu sebagai sarana untuk berinteraksi dengan baik sehingga bisa memahami dan mengerti cara berkomunikasi dengan pihak lain,
  5. Keterampilan komunikasi terdiri dari dua yaitu mendengarkan aktif dan umpan balik yang membangun.

Terimaksih telah membaca, Semoga bermanfaat :)

       
        Referensi :

  1. https://ekonomimanajemen.com/manajemen-komunikasi/
  2. https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-manajemen-komunikasi.html


Komentar